Ketidakadilan struktural merupakan masalah yang serius dihadapi dalam masyarakat Toraja. Salah satu penyebab terjadinya ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja adalah upacara adat. Tujuan penelitian ini adalah menemukan refleksi teologi pembebasan ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah metode kualitatif dengan studi pustaka seperti buku, jurnal, Alkitab, tafsiran, internet dan sumber-sumber lain yang digunakan mencari teks yang berhubungan ketidakadilan struktural: sebagai sebuah refleksi teologi pembebasan dalam konteks masyarakat Toraja. Hasil penelitian merefleksikan bahwa teologi pembebasan melihat penderitaan yang dialami setelah upacara Rambu Solo’ merupakan sebuah refleksi dalam iman Kristen. Selain itu, membutuhkan tindakan kasih dari orang-orang secara khusus keluarga yang ada untuk saling membantu (kasih) dalam menghadapi penindasan atau ketidakadilan tersebut. Teologi pembebasan mengarahkan pada pendidikan yang akan membuka wawasan masyarakat bahwa Rambu Solo’ membawa dampak negatif terhadap ketidakadilan struktural dalam masyarakat Toraja.
Copyrights © 2024