Tujuan pendampingan adalah agar semua calon Jemaah haji (calhaj) memahami pentingnya pengetahuan terhadap aspek keselamatan penerbangan, sejak keberangkatan sampai kembali pulang ke tanah air. Penerbangan haji di Indonesia menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body aircraft) kapasitas 350 - 450 penumpang. Jenis pesawat ini seperti Airbus A.330, MD-10, Boing 747 series dan sekelasnya. Kemampuan jelajah pesawat udara antara 9 sampai 14 jam non stop. Republik Indonesia melepas pemberangkatan haji dari Bandar Udara Internasional tiap tahun, termasuk Bandar Udara Internasional Minangkabau di Padang. Metode yang digunakan adalah service learning, dengan standar pelayanan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah menyiapkan handout/paparan dalam bentuk power point, pada tahap kedua adalah menjelaskan paparan dalam bahasa yang ringan, tampilan text, gambar dan video haji. Paparan tersebut dibagikan sebelum kegiatan dimulai, agar cepat dimengerti oleh peserta. Pada tahap ketiga, kepada peserta diberikan waktu untuk bertanya dan narasumber mengembangkan pertanyaan tersebut. Biasanya fokus pertanyaan kebanyakan tentang penggunaan fasilitas di cabin pesawat udara. Hasil akhir dalam pendampingan ini calon jemaan haji memahami likaliku penerbangan jarak jauh dan merasa puas. Bahkan bila peserta ada yang ingin tambahan informasi diberikan kesempatan melalui handphone (komunikasi langsung) atau email. Tulisan ini menggunakan sampel pada calhaj KBIHU Masjid AT-Taqwa Andalas Timur Kecamatan Padang Timur Padang
Copyrights © 2024