Kesadaran akan keterkaitan manusia dan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan sejak masa penciptaan bermuara pada relasi manusia dan alam yang erat dalam upaya mengusahakan kelestarian dan keutuhan ciptaan. Namun, berkembangnya pemikiran mengenai kekuasaan ada pada maskulinitas manusia itu kemudian berdampak pada kelangsungan alam sebagaimana perempuan juga menjadi korban akan relasi kuasa. Tulisan ini mengemukakan teologi penciptaan ditinjau dari perspektif ekofeminisme. Sebab paradigma yang terbangun dengan melihat hubungan perempuan dan alam sejak penciptaan menjadi sorotan pemikiran ekofeminisme yang memberi angin segar dalam memahami persoalan lingkungan hidup yang semakin marak terjadi sebagaimana persoalan perempuan juga masih perlu diperhatikan sebab budaya patriarki atau kyriarki yang kental di Indonesia.
Copyrights © 2024