Salah satu permasalahan yang dihadapi Trans Metro Bandung (TMB) yaitu penghitungan pendapatan masih dilakukan secara manual, TMB sudah pernah menerapkan system barcode untuk pembayaran hanya saja tidak digunakan secara optimal dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh penumpang serta kurangnya pemahaman terkait penggunaan system barcode. Penelitian ini menawarkan solusi dengan menggunakan sensor GPS untuk mengetahui posisi Bus, kemudian untuk medeteksi naik-turun penumpang pada pintu bus dengan tujuan mengetahui jumlah penumpang di dalam bus menggunakan sebuah USB Camera, sehingga perhitungan revenue diperoleh dengan benar. Kontribusi penelitian ini yaitu berupa alat dan aplikasi yang diimplementasikan secara langsung pada TMB. Metode yang digunakan adalah deteksi objek dan Internet of Things dimana keluar masuk penumpang di deteksi serta hasil Revenue harian dikirimkan kepada smartphone stakeholder. Hasil pengujian pada proses deteksi penumpang naik diperoleh akurasi sebesar 90% dan penumpang turun sebesar 80%. Performansi jaringan diperoleh nilai rata-rata throughput sebesar 19.883 bps, dan pengujian rata-rata delay yaitu sebesar 79.110 ms. Aplikasi pada Smartphone dapat menampilkan posisi bus yang tersinkron pada google map, jumlah penumpang yang berada di bus secara real time, serta total jumlah penumapang yang dalam satu hari. Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa system Revenue yang dibuat baik dan telah diterapkan di TMB.
Copyrights © 2024