Studi ini menginvestigasi dinamika multikulturalisme di Pekanbaru pada awal abad ke-20, fokus pada interaksi antara berbagai kelompok etnis seperti Melayu, Minangkabau, Tionghoa, Eropa, Jepang, Jawa, Arab, dan India. Sebagai pusat perdagangan dan administrasi di bawah pemerintahan kolonial Belanda, Pekanbaru menjadi panggung bagi pertemuan budaya yang kompleks, yang membentuk landasan bagi identitas multikulturalnya. Melalui pendekatan sejarah dan metodologi penelitian sejarah, studi ini menggali bagaimana migrasi, ekonomi, dan politik kolonial memengaruhi integrasi sosial antar-etnis. Analisis menyoroti peran penting masing-masing kelompok dalam pembentukan struktur sosial dan ekonomi kota serta implikasinya terhadap dinamika multikulturalisme modern.Keywords: Pekanbaru, multikulturalisme, etnis, kolonial.
Copyrights © 2024