Penelitian ini bermaksud mengkaji akar masalah penyebab anak putus sekolah yang terjadi pada warga di Kelurahan Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dari aspek lingkungan sosial dan ekonomi keluarga. Untuk mengkaji lebih dalam digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengambilan data dengan melakukan observasi pada warga yang memiliki anak putus sekolah, wawancara terstruktur dan dokumentasi lapangan keadaan lingkungan sosial dan ekonomi warga yang memiliki anak putus sekolah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lingkungan sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga, pertemanan di rumah dan lingkungan sekolah yang tidak kondusif dan tidak nyaman bagi anak serta keadaan ekonomi orang tua yang tidak mendukung kebutuhan anak sekolah menjadikan anak kurang termotivasi untuk sekolah. Akibatnya anak menjadi putus sekolah. Dari ketiga lingkungan sosial tersebut, lingkungan keluarga memberikan andil yang cukup besar dalam menurunkan motivasi anak bersekolah sehingga anak pun jadi putus sekolah. Lingkungan keluarga kurang mendukung anak untuk sekolah akibat rendahnya pendidikan orang tua mereka yang hanya tamatan SD ditambah dengan penghasilan orang tua mereka yang juga rendah karena pekerjaannya yang tidak menentu. Saran atas temuan ini adalah perlu tindakan proaktif dari pihak sekolah, para guru dan pemerintah daerah dalam menyikapi masalah tersebut dalam rangka mendukung program mencerdaskan anak bangsa agar tidak ada lagi kasus anak putus sekolah terulang kembali.
Copyrights © 2024