AbstrakPenelitian ini membahas tentang gerakan literasi pada masa Abbasyiah, terkhusus dalam periode kekhalifaan Harun al-Rasyid dan Ma’mun al-Rasyid (786 – 833 M). Dalam ulasannya, dijabarkan berbagai hal yang menjadi pokok permasalahan. Mulai dari hakikat gerakan literasi, gerakan literasi yang diterapkan pada masa Abbasyiah, hingga dampak dari gerakan literasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan masa Abbasyiah.Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang berdasar pada penelitian kepustakaan (library research). Kajian yang penulis teliti ini berkenaan dengan penelitian sejarah, maka penelitian ini menggunakan metode sejarah sebagai pemecahan masalah yang telah dirumuskan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa gencarnya gerakan literasi masa Abbasyiah memberikan banyak kontribusi positif untuk peradaban Islam kala itu. Di bawah kepemimpinan Harun al-Rasyid, lahir sejumlah pusat gerakan literasi yang didirikan seiring berkembangnya konsep pengembangan ilmu pengetahuan. Seperti kuttab, madrasah, masjid, perpustakaan, toko buku, istana, dan sebagainya. Di sisi lain, masa kepemimpinan Ma’mun al-Rasyid juga tak kalah memberi kontribusi kemajuan ilmu pengetahuan. Pada masa kepemimpinannya, telah lahir sejumlah tokoh ilmuan dan cendekiawan yang berasal dari latar belakang keahlian yang berbeda-beda. Mulai dari ilmu agama hingga ilmu umum. Kemajuan ilmu agama meliputi tafsir Alquran, hadits, fiqih, tasawuf, dan lainnya. Sedangkan ilmu umum itu meliputi etika, matematika, filsafat, astronomi, kedokteran, dan lainnya.Sebagai impilkasi, Diharapkan penelitian ini menjadi acuan bagi lembaga dewasa ini (pemerintahan maupun swasta) dalam menggalang gerakan literasi. Mengingat gerakan literasi menjadi salah satu aspek pemicu berkembanganya pengetahuan, sebagaimana yang tergambar dalam sejarah peradaban masa Abbasyiah.
Copyrights © 2021