Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang kompleks dengan berbagai ekspresi fenotip. Agitasi juga sering terjadi pada pasien skizofrenia pada fase akut dan memerlukan tindakan segera untuk mencegah terjadinya halhal yang tidak diinginkan. Jika dosis awal antipsikotik tidak cukup untuk mengontrol agitasi, penambahan benzodiazepin lebih disukai daripada dosis tambahan antipsikotik yang sama atau antipsikotik kedua. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penambahan diazepam pada terapi risperidone untuk mengurangi agitasi pasien yang didiagnosis dengan skizofrenia. Menggunakan desain pre-post-test dengan pemilihan kelompok non-randomized, penelitian ini mencakup dua kelompok: risperidone dan risperidone dengan diazepam. Menggunakan Positive and Negative Syndrome Scale-Excited Component (PANSS-EC) untuk mengukur gejala agitasi, analisis data awal menunjukkan hasil yang menjanjikan. Pada kelompok risperidone, penurunan substansial dalam skor PANSS-EC terbukti, dengan pergeseran penting 1,2 (P = 0,003) dari pra-perawatan ke hari pertama terapi. Perbedaan yang signifikan secara statistik berlanjut pada transisi dari hari pertama ke hari kedua (P = 0,002) dan dari hari kedua ke hari ketiga (P = 0,045). Temuan ini menunjukkan efikasi terapi risperidone saja dan kombinasi risperidone dan diazepam dalam mengurangi gejala agitasi pada pasien skizofrenia.
Copyrights © 2023