Manajemen inventaris merupakan suatu hal yang penting bagi berbagai jenis dan skala bisnis. Salah satu permasalahan utama dalam manajemen inventaris adalah ketidakseimbangan antara tingkat stok dan permintaan pelanggan, yang mengakibatkan kerugian finansial akibat kelebihan stok atau kehilangan peluang bisnis akibat kehabisan stok. Model Waterfall adalah model pengembangan sistem yang banyak digunakan dalam pengembangan sistem inventariss. Model Waterfall memiliki beberapa keuntungan, seperti mudah di pahami dan diimplementasikan, serta memiliki struktur yang jelas. Namun, model Waterfall juga memiliki beberapa kekurangan, seperti kurang fleksibel dan adaptif terhadap perubahan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Waterfall dalam pengembangan sistem inventaris dengan fokus pada peningkatan kecepatan dan fleksibilitas. Penelitian ini dilakukan dengan mengembangkan sistem inventaris menggunakan model Waterfall dan menguji sistem tersebut dengan menggunakan delapan kriteria pengujian blackbox. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem inventaris yang dikembangkan dengan menggunakan model Waterfall dapat berfungsi dengan sempurna (100%) berdasarkan delapan kriteria pengujian blackbox. Penelitian ini menunjukkan bahwa model Waterfall dapat digunakan untuk mengembangkan sistem inventory yang cepat dan fleksibel.
Copyrights © 2024