This research explores the portrayal of sheep and goats in Matthew 25:31–46 to affirm the significance of virtue as a universal language that applies to both earthly and celestial realms. The objective of this study is to examine the notion of sheep and goats in Matthew 25:32–46, with a focus on highlighting the significance of virtue as a universally understood means of communication that can be practiced both in the earthly realm and in the afterlife.The primary emphasis lies in how these instructions demonstrate commendable concepts that can be utilized in both tangible and abstract situations. A hermeneutical technique was employed in a qualitative study to analyze how sheep and goats are portrayed in Matthew 25:31–46 as emblems of universal benevolence. These findings significantly enhance comprehension of Matthew 25:31-46 by examining the significance of symbolism, providing many theological viewpoints, and highlighting the significance of universal benevolence in serving others with love.AbstrakAnalisis ini mengkaji konsep domba dan kambing sebagaimana disajikan dalam Matius 25:32–46 untuk memastikan pentingnya kebaikan sebagai bahasa yang dapat diterapkan secara universal, baik di bumi maupun di alam sorga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengertian domba dan kambing dalam Matius 25:32–46, dengan fokus menyoroti pentingnya kebajikan sebagai sarana komunikasi yang dipahami secara universal dan dapat dipraktikkan baik di dunia maupun di dunia. akhirat. Fokus utamanya terletak pada bagaimana instruksi ini memberikan contoh prinsip-prinsip terpuji yang dapat diterapkan baik pada keadaan nyata maupun metafisik. Metode kajian kualitatif dengan pendekatan hermeneutis digunakan untuk mengkaji representasi domba dan kambing dalam Matius 25:32–39 sebagai lambang kebaikan universal. Temuan-temuan ini secara signifikan meningkatkan pemahaman terhadap Matius 25:32-46 dengan mengkaji pentingnya simbolisme, memberikan banyak sudut pandang teologis, dan menyoroti pentingnya kebaikan universal dalam melayani orang lain dengan kasih. Kebaikan itu akan berpindah dari bumi ke surga ketika Yesus datang.
Copyrights © 2024