Kota Merauke merupakan daerah rawa dengan topografi yang relatif rendah dan terletak dalam bentangan kawasan pantai dengan ketinggian 0-15 meter dari permukaan laut (Mdpl) dan kemiringan lereng hanya 0-8%. Data dari Badan Pusat Statistik Merauke menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk pada Tahun 2020 – 2021 sebesar 0,33%, meningkat dari laju pertumbuhan penduduk selama 2010 – 2020 yaitu sebesar 0,01%. Seiring dengan pertambahan penduduk, kualitas sistem jaringan drainase juga perlu ditingkatkan untuk menghindarkan kota dari masalah banjir. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik aliran dan kapasitas saluran eksisting drainase. Metode yang digunakan adalah survei, kuantitatif, dan deskriptif. Hasil survei berupa data geometri saluran yang akan digunakan dalam analisis hidrolika. Metode kuantitatif dimulai dengan melakukan analisis hidrologi dan didapat nilai Q25 sebesar 0,17 m3/detik. Analisis hidrolika dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 6.4.1. Analisa hidrolika dilakukan dengan dua kondisi, yaitu kondisi saluran eksisting dan kondisi normalisasi. Data yang diinput dalam program HEC-RAS pada kedua kondisi sama kecuali data geometri. Hasil analisis pada dua kondisi tersebut adalah pada kondisi saluran eksisting mengalami luapan pada setiap ruas saluran. Sedangkan setelah normalisasi tidak terjadi luapan. Berdasarkan hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa untuk menerapkan sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan perlu dilakukan perbaikan drainase baik dengan normalisasi, pembangunan sistem polder, kolam retensi atau pintu air otomatis di saluran bagian hilir yang dipengaruhi oleh pasang surut.
Copyrights © 2024