Ekoenzim merupakan produk hasil fermentasi yang berasal dari limbah organik dalam kondisi anaerob fakultatif yang mengandung enzim-enzim ekstraseluler dan mikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah populasi dan karakteristik kapang dan khamir pada proses pembuatan ekoenzim campuran feses sapi potong dan jerami padi penambahan molases 7,5% pada lama fermentasi yang berbeda. Metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan (P1 = lama fermentasi 7 hari, P2 = lama fermentasi 14 hari, P3 = lama fermentasi 21 hari, P4 = lama fermentasi 28 hari), masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji Tukey, sedangkan identifikasi kapang dan khamir berdasarkan morfologi koloni secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi kapang dan khamir pada fermentasi ekoenzim dengan lama fermentasi yang berbeda menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05). P (lama fermentasi 21 hari ) menghasilkan populasi kapang tertinggi sedangkan P4 (lama fermentasi 28 hari ) menghasilkan populasi khamir tertinggi. Hasil isolasi kapang diperoleh 5 isolat antara lain genus Aspergillus, Acrophialophora, dan Mucor, sedangkan pada khamir diperoleh 7 isolat antara lain genus Saccharomyces, Pichia, dan Debaryomyces.
Copyrights © 2024