Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Effect of Addition Fermented Dairy-Waste Water Sludge By Aspergillus Niger in Ration on Growth Performance and The Caecal Microbial of Broiler Marlina, Eulis Tanti; Balia, Roostita Lobo Lobo; Lukman, Denny Widaya
ANIMAL PRODUCTION Vol 21, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.067 KB) | DOI: 10.20884/1.jap.2019.21.1.690

Abstract

Dairy Wastewater Sludge (DWS) is sediment from milk processing. Nutritional content of DWS can be used as feed ingredients. The effects of nutrition in DWS are tested on the growth of broiler as well as its specific impact on the development of microflora on broiler digestion. The research methods used experimental design. Tapioca by-product (onggok) is used as DWS binder while Aspergillus niger fermentation is applied to improve nutritional content. The rate of addition fermented DWS in the ration was evaluated through measuring weight gain for 35 days and microflora quality in the cecum by counting the number of non-pathogenic and pathogenic bacteria in the cecum at the end of the research period. The research data were analyzed by ANOVA with Duncan's multiple range test. The results showed that the addition of 20% fermented DWS in rations resulted in the highest body weight gain and could suppress the growth of pathogenic bacteria (Salmonella spp., E. coli, and Enterobacteriaceae) in caecal. The ratio of non pathogenic and pathogenic bacteria increased proportional to the addition of fermented DWS levels in the ration.   Different caecum weight of broiler with different fermented DWS levels was a reprentation of microorganism activity in caecum.  This condition can illustrate the good health status of livestock so as to optimize the growth of broiler.
Upaya Pengolahan Feses Domba dan Limbah Usar (Vitiveria zizanioides) Melalui Berbagai Metode Pengomposan Yuli Astuti Hidayati; Ellin Harlia; Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2220

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Dan Pengolahan limbah Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung, selama 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauhmana pengaruh berbagai metode pengomposan terhadap kadar N total, P2O5 dan K2O. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, yaitu metode pengomposan konvensional, metode vermikomposting dan metode penambahan inokulum EM4. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberikan tidak berpengruh terhadap kandungan N total, kandungan P2O5 total, dan kandungan K2O kompos yang dihasilkan.  Kandungan N total tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisional, kandungan P2O5 tertinggi ditemukan pada metode pengomposan menggunakan EM4, kandungan K2O tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisonal.Kata kunci : metode pengomposan, N total, P2O5, K2O.
Uji Organoleptik Daging Ayam yang Diberi Ransum yang Mengandung Lumpur Susu Terfermentasi oleh Aspergillus niger (Organoleptic Evaluation of Meat from Broiler Fed Diets Containing Graded Levels of Dairy-Waste Water Solid Fermented by Aspergillus niger) Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v12i1.5132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon panelis terhadap daging yangdihasilkan dari ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung berbagai tingkat lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger.   Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Penelitian ini menggunakan enam tingkat  lumpur susu terfermentasi dalam ransum, yaitu  R0 (0%); R1 (5%); R2 (10%); R3 (15%); R4 (20%); dan R5 (25%) dengan 20 orang panelis sebagai ulangan.   Pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, dan tekstur daging broiler bagian dada.   Perhitungan statistika dilakukan dengan ANOVA  dan  dilanjutkan dengan  uji  Duncan.    Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  : pemberian lumpur susu terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25% dalam ransum  broiler  tidak  berpengaruh  nyata  (P>0.05)  terhadap  warna,  bau/aroma,  maupun tekstur daging broiler, artinya pemberian ransum yang mengandung lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25 persen dalam ransum ayam broiler tidak menurunkan kualitas daging broiler baik warna, bau/aroma, maupun tekstur daging.Kata Kunci : Lumpur susu terfermentasi, Aspergillus niger,  organoleptik
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Aplikasi Pemanfaatan Konsorsium Bakteri dari Limbah Peternakan dengan Media Batubara dalam Menghasilkan Biogas Yuli Astuti Hidayati; Eulis Tanti Marlina; K. N. Rahmah; Ellin Harlia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30595

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi emisi gas rumah kaca dari populasi ternak ruminansia dan memanfaatkan GRK sebagai energi alternatif, yang terbentuk dari aktivitas konsorsium bakteri dalam limbah ruminansia sebagai starter dengan media batubara. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap: Tahap 1 adalah estimasi emisi gas rumah kaca yang didasarkan pada survei populasi ternak di Kabupaten Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari dan Sukasari) menurut metode IPCC 2006. Tahap 2 adalah percobaan skala laboratorium untuk membuktikan pembentukan gas rumah kaca dari sampel limbah ruminansia. Tahap 3 adalah pemanfaatan gas rumah kaca sebagai sumber energi dengan media batubara dan starter konsorsium bakteri dari feses ternak. Sampel untuk penelitian skala laboratorium diperoleh dengan mengaktifasi konsorsium bakteri dari feses ternak yang ditanam di media batubara. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian eksploratif dengan memanfaatkan feses sapi perah, feses sapi potong, feses kerbau yang ditambahkan secara terpisah ke dalam medium 98-5 yang terbuat dari campuran komponen kimia dan diencerkan dengan aquadest dan cairan rumen. Setiap sampel disimpan ke dalam digester anaerobik 250 ml, diinkubasi selama 15 hari, dianalisis dengan Gas Chromatography (GC-A14). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan ruminansia menghasilkan gas rumah kaca khususnya CH4 yang berpotensi dapat dikurangi dengan memanfaatkannya sebagai biogas dengan media batubara.
Deteksi Jumlah Bakteri Total dan Koliform Pada Lumpur Hasil Ikutan Pembentukan Gasbio dari Feses Sapi Perah (Detection Total Bacteria amount and Coliform in Sludge Biogas from Dairy Cattle Feces) Yuli Astuti Hidayati; Ellin Harlia; Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v10i1.449

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi dan Pengolahan Limbah Fakultas Peternakan universitas padjadjaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah total bakteri dan koliform pada lumpur hasil ikutan pembentukan gasbio dari feses sapi perah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi pada peternak sapi perah yang membuat instalasi gasbio di desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan-Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri total adalah 41,82 x 1012 cfu/ml lumpur, sedangkan jumlah 8,23 MPN/ml lumpur. Kata kunci : bakteri total, koliform, lumpur, gasbio, feses sapi perah.
Analisis Kualitas Kompos dari Sludge Biogas Feses Kerbau (The Quality Analysis of the Compost of Sludge Biogas Buffalo Feces) Eulis Tanti Marlina
Jurnal Ilmu Ternak Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v13i1.5118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kualitas kompos dari sludge biogas feses kerbau  pada  berbagai  rasio  C/N.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metodeeksperimen menggunakan rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan (P1 = C/N 25, P2 = C/N 30P3 =  C/N 35) dengan enam kali ulangan. Peubah yang diamati adalah kandungan N total, P2O5, K2O.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rasio C/N berpengaruh nyata terhadap kandungan N total,P2O5 dan K2O,  2) Rasio CN 30 menghasilkan kandungan N total,  P2O5 dan K2O yang paling tinggi, yakni masing-masing 2,14; 1,70 % dan 4,58%.Kata kunci : feses kerbau, sludgerasio C/N, N, P, K
EVALUASI SANITASI LAPAK PENJUALAN KARKAS AYAM TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI, Staphylococcus aureus DAN AWAL KEBUSUKAN Yuli Astuti Hidayati; Eulis Tanti Marlina; Eka Wulandari
Jurnal Ilmu Ternak Vol 21, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v21i2.36767

Abstract

Pada masa pandemic, pemerintah membatasi mobilitas masyarakat, sehingga banyak produsen daging ayam merubah pola penjualannya dengan membuka kios di sekitar pemukiman penduduk. Kios yang digunakan berupa meja yang diberi alas plastic dan terbuka, serta lokasi dipinggir jalan raya, hal ini rentan terhadap kontaminasi bakteri dan menyebabkan kerusakan pada daging ayam. Tujuan penelitian ini mengevaluasi sanitasi lapak penjualan karkas ayam terhadap kontaminasi bakteri, Staphylococcus aureus dan nilai pH serta awal kebusukan pada karkas ayam. Metode penelitian adalah metode deskripsi, dengan melakukan surve dan analisis pada pedagang kaki lima tentang evaluasi sanitasi lapak dagangan terhadap jumlah bakteri total, Staphylococcus aureus, pH dan awal kebusukan pada karkas ayam. Batas Maksimum Cemaran Bakteri berdasarkan SNI 7388:2009 : ALT (30 °C, 72 jam) 1 x 106 koloni/g, Staphylococcus aureus 1 x 102 koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri pada bagian karkas dada (9.45 x 108 – 3.17 x 109 ) dan paha (9.36 x 108 - 1.95 x 109 ) dari semua pedagang, melibihi standar. Pada sampel dari Pedagang P1 (paha) dan P5 (dada) terdapat Staphylococcus aureus yang melebihi standar. Nilai pH berkisar 5.64 – 6.94, awal kebusukan dimulai pada menit ke 295 – 545.
Karakterisasi Bakteri Asam Laktat dan Total Asam Organik Ekoenzim Asal Filtrat Feses Sapi Potong dan Jerami Padi Pada Lama Fermentasi yang Berbeda Sari, Aisa Hafidah; Marlina, Eulis Tanti; Hidayati, Yuli Astuti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 5, No 1 (2024): Maret
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v5i1.54289

Abstract

The objective of the research is to identify the effect of fermentation time on ecoenzymes from a mixture of beef cattle feces and rice straw on amount of lactic acid bacteria and total organic acids. The filtrate was from a mixture of beef cattle feces and rice straw with a C/N of 30 and decomposed for 7 days. The filtrate is mixed with molasses and water, fermented by facultative anaerobes. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments fermentation duration, P1=7 days, P2=14 days, P3=21 days, P4=28 days, with 5 repetitions. The parameters measured are amount of lactic acid bacteria, total organic acids, and macroscopic and microscopic characterization of lactic acid bacteria. Data were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method with Tukey's advanced test. The number of lactic acid bacteria and total organic acids with the highest value was obtained at a fermentation time of 7 days. Macroscopic characterization of lactic acid bacteria is white and cream in color, round shape, convex elevation, smooth edges and shiny surface, with microscopic characteristics is gram-positive bacteria with a bacil shape.
Dinamika Populasi dan Identifikasi Bakteri pada Proses Dekomposisi Awal Campuran Lumpur Susu dan Jerami Padi dengan Perbedaan Nisbah C/N Kurniawan, Endang; Badruzzaman, Deden Zamzam; Marlina, Eulis Tanti
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v4i2.47920

Abstract

Milk sludge has the potential to be converted into compost with the addition of rice straw as a counterbalance in carbon and nitrogen content for a source of microorganism nutrition. Early decomposition is the highest phase of microorganism growth. Microorganisms that play a dominant role are bacteria. This study aims to determine the number, population dynamics, characteristics of bacteria in the initial decomposition process of a mixture of milk sludge and rice straw with differences in the ratio of C / N. The study was conducted for 7 days with experimental and descriptive methods with 3 treatments (P1 = C/N 25, P2 = C/N 27,5, and P3 = C/N 30) and random sampling by sampling. Data on the number of bacterial populations were analyzed using ANOVA while population dynamics and bacterial characteristics used descriptive methods. The number of bacterial populations of each treatment is not influenced by different C/N ratios and has a range of P1 ranging from 0,49 x 10 12 to 27,93 x 10 12 cfu/gram, P2 ranging from 0,39 x 10 12 to 19,32 x 10 12 cfu/gram, and P3 ranging from 0,95 x 10 12 to 10,55 x 10 12 cfu/gram. The population dynamics of bacteria are sigmoid and occur due to temperature fluctuations in the decomposition process. The macroscopic characteristics of each treatment have the same relative shape including filamentous, irregular, circular, rhizoid and white in color and differ on surface and edges. While the microscopic characteristics of bacteria are dominated by rod cell shapes and are gram-positive.
Kualitas Mikroba Produk Olahan Daging yang Dijual Secara Daring Dari UMKM di Kota Bandung Maulidina, Rizka; Marlina, Eulis Tanti; Utama, Dicky Tri
Jurnal Teknologi Hasil Peternakan Vol 4, No 2 (2023): September
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jthp.v4i2.47313

Abstract

Culinary is one of the choices of business fields that are in great demand by Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) entrepreneurs in starting their business. E-commerce can be used by MSME entrepreneurs to distribute products to consumers in the digital transformation phase. The study was conducted to examine the microbiological quality of processed meat products sold online from the city of Bandung and sent throughout Indonesia. The research method used is descriptive with a non-experimental quantitative approach to describe the results of total bacterial analysis using the Total Plate Count (TPC) method and total coliform analysis using the Most Probable Number MPN) method. The sampling technique uses purposive sampling on Shopee and Tokopedia online sales media based on regular delivery methods. Samples of processed meat products in the form of meatballs and nuggets. The research data were analyzed using descriptive statistics which are mean, standard deviation and coefficient of variation. The results showed an average total number of bacteria in processed meat products in the form of meatballs as much as 2.10 x 10 10 CFU g and nuggets as much as 4.29 x 10⁷ CFU/g. The total number of meatball coliforms is 43 to >1100 MPN/g while nuggets are 1100 to >1100 MPN/g. The results obtained from this study showed that the total bacteria and coliforms in processed meat products exceeded the threshold specified in SNI 7388:2009, which are 10 5 cfu/g for total bacteria and 10 MPN/g for total coliform