Pengembangan jagung hibrida di desa dan kecamatan sentra produksi di Kabupaten Ciamis tidak hanya sebatas peningkatan produksi dan produktifitas melalui perbaikan teknik budidaya dan penggunaan input produksi. Sebagai komoditas yang multifungsi dan multiguna, jagung hibrida seharusnya dikembangkan dari hulu sampai hilir berdasarkan kerangka sistem agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat karakteristik pelaku agribisnis jagung, peran pelaku agribisnis jagung dalam sistem agribisnis dan hubungan antara karakteristik pelaku agribisnis jagung dengan peran pelaku agribisnis jagung di Kecamatan Cisaga. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Survey dilakukan di Kecamatan Cisaga terhadap 44 anggota kelompok tani yang diambil secara simple random sampling dari 180 orang populasi. Data primer yang dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner kemudian ditabulasi dan dianalisis secara statistik deskriptif dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat karakteristik pelaku agribisnis jagung di Kecamatan Cisaga berada pada kategori tinggi (56,82%). Tingkat peran pelaku agribisnis berada pada kategori tinggi (65,91%). Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat karakteristik pelaku agribisnis jagung dengan peran pelaku agribisnis jagung di Kecamatan Cisaga. Artinya, semakin tinggi tingkat karakteristik pelaku agribisnis jagung maka semakin tinggi pula tingkat peran pelaku agribisnis jagung yang dikembangkan petani untuk peningkatan produktivitas, pendapatan dan nilai tambah di Kelompok tani di Kecamatan Cisaga. Kata Kunci : karakteristik, peran, agribisnis, jagung
Copyrights © 2024