Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru terhadap Kurikulum Merdeka Belajar dan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, seperti kebutuhan waktu lebih lama dalam pembelajaran, kurangnya fasilitas, dan rendahnya kompetensi beberapa guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara tidak terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Subjek penelitian melibatkan Kepala Sekolah, guru kelas III, dan guru kelas V di SDN Tanjung IV. Analisis data dilakukan melalui pendekatan siklus interaktif. Persepsi guru terhadap Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah ini cenderung positif dan optimis, dengan penekanan pada kebebasan, fleksibilitas, dan kemandirian siswa. Namun, implementasinya dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti kebutuhan waktu lebih lama, kurangnya fasilitas, dan rendahnya kompetensi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat persepsi positif terhadap Kurikulum Merdeka Belajar, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya intensif untuk meningkatkan kompetensi guru, menyediakan fasilitas yang memadai, dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di setiap sekolah. Pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan kesuksesan kurikulum ini dan memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan di era Kurikulum Merdeka Belajar. Kata Kunci : Kurikulum Merdeka, Persepsi Guru, Sekolah Dasar.
Copyrights © 2024