Telah dilakukan penelitian tentang âFitokimia dan Uji Aktifitas Antibakteri Ekstrak Kalus Tumbuhan Sernai (Wedelia biflora (L.)DC.)â. Analisis fitokimia dengan metode observasi menggunakan pereaksi-pereaksi fitokimia. Uji Aktifitas Antibakteri menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari ekstrak metanol kalus batang dan daun W. biflora  dengan konsentrasi 50%, 25% dan 10%, kontrol positif (kloramfenikol 30 µg) dan kontrol negatif (akuades) dengan tiga ulangan. Hasil analisis fitokimia ekstrak metanol kalus batang W. biflora megandung senyawa alkaloid dan terpenoid. Ekstrak metanol kalus daun W.biflora mengandung senyawa alkaloid, terpenoid dan flavonoid. Uji aktifitas antibakteri menggunakan cakram difusi agar. Daya hambat ekstrak metanol kalus daun dan batang W. biflora pada konsentrasi 50%, 25% dan 10% terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus tidak memiliki zona hambat. Kloramfenikol mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan zona hambat rata-rata 25,3 mm dan pertumbuhan bakteri S. aureus dengan zona hambat 14,0 mm serta kontrol negatif dengan zona hambat 0,0 mm. Ekstrak metanol kalus batang dan daun W. biflora dilakukan uji dengan Kromatografi Gas-Spektrofotometri Massa (KG-SM). Dari data KG-SM tersebut terdeteksi beberapa kandungan senyawa, sebagian besar kandungan tersebut terdiri dari berbagai asam lemak dengan persentase tertinggi yaitu asam palmitat sebanyak 32,53% pada kalus batang dan 35,31% pada kalus daun. Kata kunci : Kalus daun dan batang (Wedelia biflora (L.) DC.), Staphylococcus aureus, Escherichia coli, zona hambat, Kromatografi Gas- Spektrofotometri Massa (KG-SM).
Copyrights © 2014