Laboratorium sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran dan praktikum, sudah seharusnya memberikan kenyamanan mata kepada pengguna untuk bisa melakukan praktikum atau pekerjaan lain dengan baik dan nyaman. Pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat mata menjadi tidak nyaman dan cepat lelah. Selain itu, hal ini akan menyebabkan kelelahan mental dan kerusakan mata. Sesuai (SNI) 6197:2011, tentang tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk ruang laboratorium minimal 500 lux. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan perencanaan penerangan buatan (lampu) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) secara visual di laboratorium Teknik Elektro Universitas Pakuan menggunakan software DIALux Evo 8.2. Metodologi Penelitian yang digunakan antara lain, pertama melakukan pengukuran dan observasi kondisi saat ini, yang antara lain dilakukannya pengukuran ruang, jumlah lampu yang digunakan, pengukuran intensitas penerangan menggunakan lux meter, kemudian hasil pengukuran dan obsevasi dibandingkan dengan kriteria pencahayaan, kedua memvisualisasikan penerangan laboratorium dengan menggunakan software DIALux evo 8.2. Software DIALux evo merupakan software yang digunakan untuk membuat scenario penerangan dalam tampilan 3D (pemodelan), memprediksi pencahayaan, dan memberikan perhitungan parameter objektif. Hasil pengukuran dan simulasi tingkat penerangan pada laboratorium yang masih dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI-6197:2011), dioptimalisasi dengan menambahkan watt dan lumen lamun pada software DIALux evo hasil yang didapatkan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI-6197:2011). Kata Kunci : Laboratorium, Penerangan, Software DIALux.
Copyrights © 2023