Masyarakat sekitar pegunungan sebagian besar bekerja sebagai petani dan memanfaatkan lahan miring untuk bercocok tanam. Nyabuk gunung merupakan salah satu upaya konservasi tanah miring seperti perbukitan dan pegunungan. Nyabuk gunung, yang juga dikenal sebagai terasering, dilestarikan oleh masyarakat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat, metode ini disebut Ngais Gunung, sedangkan di Bali disebut Sengkedan. Nyabuk gunung dilakukan dengan memotong lereng yang miring sesuai garis kontur tanah, kemudian membuatnya seperti anak tangga. Posisi teras yang melingkari gunung akan terlihat seperti sabuk dari kejauhan. Sabuk ini diibaratkan oleh masyarakat Jawa sebagai penahan agar tanah tidak "melorot" atau longsor. Gunung Sumbing dan Sindoro di Jawa Tengah melestarikan budaya ini. Nyabuk gunung dapat menahan air hujan yang turun di sela-sela teras, sehingga air tidak langsung meluncur. Metode ini meningkatkan kandungan air dan kesuburan tanah di pegunungan, serta mencegah tanah longsor.
Copyrights © 2023