Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan bentuk dan tujuan Sekolah Eyang. Banyaknya anak di Ledo Kombo yang ditinggalkan keluarganya, terutama ayah dan ibu yang bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), menyebabkan kondisi anak-anak tersebut kurang terawat dengan baik, termasuk pemenuhan hak-hak sebagai anak yang belum terpenuhi secara maksimal. Mereka dititipkan kepada keluarga besar, kakek atau nenek, dan tetangga. Anak-anak PMI dalam belajar dan bermain juga kurang mendapatkan arahan terhadap kegiatan yang lebih produktif dan positif. Oleh karena itu, keberadaan Sekolah Eyang diharapkan dapat menyelamatkan cucu mereka agar menjadi generasi emas dan menjadikan kakek nenek berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengkaji lebih dalam mengenai pemberdayaan perempuan berbasis Sekolah Eyang Segar yang menitikberatkan pada pola asuh lansia perempuan (Grandmother) terhadap anak PMI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melibatkan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk program Sekolah Eyang mencakup berbagai kegiatan, seperti pembelajaran dan pelatihan terkait pemenuhan hak cucu yang disesuaikan dengan keadaan saat ini, termasuk hak kesehatan, hak bermain dan belajar, mempelajari pola asuh Grandmother, melakukan senam, pengajian, berkreasi dengan makanan sehat dari alam, hingga bermain alat musik. Sekolah Eyang Segar menciptakan kakek nenek dan cucu yang religius, sehat jasmani dan rohani, cerdas, mandiri, dan kreatif, dengan menggunakan analisis pola sosialisasi menurut Gertrude Jaeger.
Copyrights © 2023