Seluruh dunia saat ini mengalami tantangan yang serupa, yaitu penyebaran berita bohong yang meluas. Berita bohong muncul secara masif dalam berbagai konteks, mulai dari politik hingga kesehatan, dan dari urusan publik hingga kehidupan pribadi. Kehadiran internet, bersama dengan budaya yang tumbuh di ranah publik, membuat masyarakat kesulitan membedakan antara informasi yang faktual dan berita bohong. Langkah kunci untuk mengatasi masalah ini adalah dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi banjir informasi. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan literasi media. Literasi media dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, terutama untuk menghadapi generasi muda yang tumbuh di era digital. Selain itu, pertukaran informasi terkait berita bohong dan diskusi juga sangat penting untuk membangun komunitas yang mampu melawan penyebaran berita bohong. Salah satu cara untuk meningkatkan literasi media adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, seperti diskusi dan penyuluhan yang diselenggarakan di sekolah menengah atas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dalam menghadapi berita bohong dengan memberikan contoh-contoh aktual dan informasi mengenai risikonya. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan model pendidikan dan literasi media guna meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengidentifikasi dan merespons berita bohong.
Copyrights © 2024