Bangsa ini sedang dalam geliat keagamaan yang kuat. Ditandai dengan berdirinya banyak Taman Pendidikan Alquran akhir-akhir ini. Pada fenomena ini tak jarang pengajar Alquran memasang tarif untuk mengajar Alquran. Ada juga Taman Pendidikan Alquran yang tidak membolehkan tenaga pengajar mengajukan tarif untuk mengajar Alquran. Pada kitab klasik telah dijumpai perselisihan ulama terkait kebolehan atau tidak menyewa pengajar Alquran. Dua perbedaan pendapat ini dipelopori oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Sya>fi’i>>. Imam Abu Hanifah tidak membolehkan penyewaan pengajar Alquran. Sedangkan Imam Al-Sya>fi’i>> membolehkan. Kedua Imam ini memiliki pijakan hadis yang menjadi acuan pendapat mereka masing-masing. Juga memiliki landasan berpikir (istidla>l) yang merupakan kerangka logis mereka merumuskan hukum. Penelitian ini akan menganalisa hadis yang dijadikan acuan Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Sya>fi’i>> terkait menyewa pengajar Alquran, juga akan menganalisa istidla>l Imam Abu Hanifah dan Imam Al-Sya>fi’i>> terkait hukum menyewa pengajar Alquran melalui pendekatan Usul Fikih, melalui pendekatan kepustakaan studi perbandingan pemikiran dalam bingkai hukum Islam. Baik pada istidlal Imam Abu Hanifah maupun Imam Al-Sya>fi’i>> sama-sama memiliki kecacatan kias yakni, pada Imam Abu Hanifah terdapat al-farqu sementara pada Imam Al-Sya>fi’i>> terdapat fasa>d al-i’tiba>r.
Copyrights © 2023