This research focuses on how the political communication of legislators in Bandar Lampung City, which is directed to reach and influence the votes of women voters. This research uses a phenomenological approach. The theory used in this research is Sandra Harding and Julian T. Wood's standpoint theory which explains that men and women have separate perspectives, and are not seen as equal. The results of the study found that proper political communication will encourage victory because it will be able to win the votes of women voters in Bandar Lampung City in social groups. Even in the political dynamics, women are able to place themselves as; vote getters, become equal partners for men and become drivers of the upholding of women's human rights in the regional political stage. Factors that influence women voters are internal and external factors; level of education, economic independence, cultural values and the political system. Penelitian ini terfokus pada bagaimana komunikasi politik legislator di Kota Bandar Lampung, yang diarahkan untuk meraih dan mempengaruhi suara pemilih perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah standpoint theory milik Sandra Harding dan Julian T. Wood. Hasil penelitian didapat bahwa komunikasi politik yang tepat akan mendorong kemenangan karena akan mampu meraih suara pemilih perempuan di Kota Bandar Lampung dalam kelompok-kelompok sosial. Bahkan dalam dinamika poliik kaum perempuan mampu menempatkan diri sebagai; vote getter, menjadi mitra setara bagi laki-laki dan menjadi pendorong tegaknya hak asasi perempuan dalam panggung politik daerah. Faktor yang memengaruhi Pemilih perempuan yaitu faktor Internal dan eksternal; tingkat pendidikan, kemandirian ekonomi, nilai budaya dan sistem politik
Copyrights © 2024