Mitos kecantikan di masyarakat membuat para perempuan tidak bisa bebas dalam menentukan bagaimana mereka berpenampilan dan berperilaku sehingga mereka terus menerus berusaha untuk memenuhi standar tertentu agar terhindar dari perasaan kurang aman yang dapat timbul sewaktu-waktu. Para perempuan telah berusaha melampaui mitos kecantikan untuk mengatasi hal tersebut dengan berbagai cara, salah satunya yaitu melalui media musik video. Musik video Yura Yunita “Tutur Batin” adalah salah satu musik video yang mengangkat isu perempuan atau mitos kecantikan di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui resepsi penonton terhadap upaya perempuan melampaui mitos kecantikan dalam video musik Yura Yunita “Tutur Batin”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi encoding-decoding milik Stuart Hall untuk mengetahui posisi penerimaan penonton. Subjek penelitian ini adalah penggemar dan followers Instagram @yurayunita dan @hiphipyura dengan rentang usia 18-30 tahun, didapati lima narasumber yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Data diperoleh melalui hasil wawancara dengan narasumber. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan perbedaan resepsi antar narasumber. Ditemukan tiga narasumber menempati posisi dominan, dan dua narasumber menempati posisi negosiasi. Peneliti menemukan bahwa musik video Yura Yunita “Tutur Batin” sudah menggambarkan perempuan yang telah berhasil melampaui mitos kecantikan dan mengajak perempuan agar bisa bebas atau memilih jalannya sendiri.
Copyrights © 2023