Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2013 menggaungkan sebuah gerakan literasi dalam menumbuhkembangkan budaya minat baca siswa. Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan berbahasa yaitu membaca dan menulis. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah pada dasarnya tidak terlepas dari keterampilan berbahasa yang cenderung lebih menekankan pada melihat isi tulisan atau bacaan, bukan agar siswa mampu memahami isi bacaan. Untuk memaksimalkan hal ini, pemahaman membaca pada siswa harus dikembangkan. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kemampuan bercerita siswa dalam kegiatan kegiatan membaca buku fiksi dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mataram. Data dalam penelitian ini merupakan aktivitas atau kegiatan membaca buku fiksi yang dilakukan siswa setiap pagi, 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Adapun teknik pengumpulan data diadakan observasi lapangan untuk mengetahui keadaan serta kemungkinan-kemungkinan yang akan diamati. Kemudian dari observasi yang dilakukan dapat ditentukan bahwa akan diambil satu kelas sebagai sample penelitian untuk mengumpulkan data kegiatan membaca buku fiksi siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk data kuantitas hasil kegiatan membaca buku fiksi yang dilakukan. Berdasarkan pada hasil analisis tersebut dapat dilihat keaktifan siswa dalam aktivitas membaca buku fiksi.
Copyrights © 2024