Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara didalam silinder sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi serta percikan bunga api yang kuat pada penelitian ini akan lakukan analisis perbandingan dari segi daya dan torsi mesin Kawasaki klx 150 dengan menggunakan CDI Shindengen dan CDI BRT Dual band dengan uji performa oleh dynotest dan pengujian tegangan puncak primer coil dengan peak voltage adaptor. Adapun metode yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan hasil pengujian daya tertinggi penggunaan CDI shindengen 12,2 HP pada putaran 7433 rpm dan torsi tertinggi yang dapat dihasilkan oleh penggunaan CDI shindengen sebesar 13,66 HP pada putaran 5214 rpm sedangkan untuk hasil pengujian menggunakan CDI BRT Dual band daya tertinggi 14,8 HP pada putaran 7750 rpm dan torsi tertinggi yang dapat dihasilkan oleh penggunaan CDI shindengen sebesar 14,9 HP pada putaran 5214 rpm hal ini disebabkan karena perbedaan tegangan puncak primer coil pengapian yang mempengaruhi terhadap proses pembakaran yang terjadi didalam mesin. Kata Kunci : Sistem pengapian, CDI, shindengen, BRT dual band
Copyrights © 2024