Abstrak Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI tahun 2013, angka kejadian patah tulang atau insiden fraktur di Indonesia cukup tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan alat medis untuk perbaikan tulang. Salah satu alat tersebut adalah suture anchor yang berfungsi menghubungkan tendon ke tulang. Salah satu bahan yang memenuhi kriteria menjadi bahan suture anchor adalah cangkang keong sawah karena mengandung kalsium fosfat. Metode sintesis yang digunakan adalah metode Ultrasound Assisted Precipitation. Amplitudo sonikasi diatur dengan beberapa persentase berbeda, yaitu 10%; 40%; 70%; 90%; dan 100%. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh amplitudo pada hasil sintesis hidroksiapatit dengan bahan cangkang keong sawah. Setelah itu, dilakukan pengujian karakteristik HAp dari Cangkang Keong Sawah (Pila ampullacea) menggunakan uji FTIR dan XRD. Hasil menunjukkan bahwa sintesis hidroksiapatit (HAp) dapat dihasilkan dari bahan yang mengandung unsur CaCO3 yakni cangkang keong sawah menggunakan metode Ultrasound Assisted Precipitation. Kondisi terbaik untuk mendapatkan kristal hidroksiapatit adalah amplitudo sonikasi 100% dengan intensitas puncak pada sudut 2Θ pada suhu sintering 800 °C selama 6 jam sesuai data JCPDS 09-0432. Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa pada amplitudo rendah yakni 10%, kristalinitas menunjukkan hasil terendah, yaitu 11,48%. Sedangkan pada amplitudo tinggi yakni 100%, kristalinitas menunjukkan angka terbesar, yaitu 73,37%.Kata kunci : Hydroxyapatite, Rice Field Snail Shell, Ultrasound.
Copyrights © 2023