Munculnya komunitas virtual telah memfasilitasi interaksi manusia di ruang online bersama. Salah satu komunitas tersebut, bernama Introvrend, yang diinisiasi oleh @cellaish, ditujukan untuk individu dengan kepribadian introvert dikenal karena sifatnya yang tertutup dan gaya komunikasinya yang hati-hati. Penelitian ini, yang menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Alfred Schutz, bertujuan untuk memahami pengalaman, motif, dan signifikansi pengungkapan diri bagi introvert dalam komunitas virtual ini. Studi ini, berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dari tiga anggota Introvrend, menggunakan teknik analisis data seperti reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan, dengan memastikan validitas data melalui triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introvert merasakan kenikmatan dari tanggapan positif, dengan bebas berbagi cerita, dan terlibat dalam diskusi yang bermakna, meningkatkan kebahagiaan dan antusiasme dalam mengekspresikan pendapat mereka. Motif partisipasi dalam komunitas termasuk keunikan lingkungan introvert, keinginan untuk terhubung dengan individu sejenis, dan kenyamanan menggunakan ruang virtual untuk menyatakan diri. Peserta mencari pemahaman tentang introvert, berbagi cerita, saling mendukung, mendapatkan solusi atau saran, dan menerima kritik secara konstruktif. Penelitian ini menekankan bahwa pengungkapan diri, dalam konteks ini, menandakan kepercayaan untuk berbagi pemikiran dan perasaan pribadi, memupuk rasa keterbukaan dan koneksi di antara introvert di ranah virtual.
Copyrights © 2024