Total Quality Management (TQM) merupakan cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berfokus pada kepuasan pelanggan. Di dalam TQM terdapat prinsip budaya kaizen yang diartikan dan berasal dari bahasa jepang yaitu kai (perbaikan) dan zen (baik). Secara istilah kaizen diartikan sebagai perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan (continous improvement) yang bertujuan untuk menjadi lebih baik. Di dalam budaya kaizen terdapat konsep 3M dan 5S. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi budaya kaizen dengan menerapkan konsep 3M dan 5S di SDIT Kyai Ibrahim Surabaya. Adapun metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan melakukan wawancara secara langsung dan mengumpulkan data dari beberapa jurnal. Hasil observasi menunjukkan bahwa konsep 3M (Muda, Mura, Muri) sudah diterapkan dengan baik dan benar, begitu pula dengan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) sudah dilakukan dengan benar dan sesuai dengan panduan yang ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengelolaan budaya kaizen yang dilakukan di SDIT Kyai Ibrahim Surabaya sudah menerapkan konsep 3M dan 5S untuk melakukan proses perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sekolah.
Copyrights © 2024