Pelaksanaan asesmen di sekolah merupakan bagian dari proses pembelajaran yakni refleksi pemahaman terhadap perkembangan atau kemajuan peserta didik secara individual. Media pembelajaran berbasis asesmen kompetensi minimum dikembangkan berdasarkan perubahan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu tergantinya Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN) guna untuk mengetahui kesiapan peserta didik dalam menghadapi asesmen nasional. Metode yang digunakan dalam artikel tersebut dengan pendekatan jenis kulitatif melakukan kajian literature berbagai penelitian sebelumnya (literature review). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis berbagai teori yang ada dengan melihat perbandingan pada teori sebelumnya. Hasil pengamatan pada tahap analisis peserta didik memiliki tingkat kognitif yang berbeda dalam prestasi belajar, dan keterampilan, mereka terbagi dalam tiga kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Selain itu, proses pembelajaran yang terlihat masih berpusat pada guru. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan di peroleh hasil rata-rata total respon siswa dan guru yaitu 3,4 dan berada pada kategori praktis. Media pembelajaran berbasis asesmen kompetensi minimum yang dikembangkan tergolong sangat valid, Media dapat diterapkan di lapangan dan tingkat keterlaksanaan produk termasuk kategori “baik”. Efektifnya produk pembelajaran berupa media diperoleh prsentase ketuntasan belajar siswa sebanyak 61% dari 18 siswa dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 11 orang dan tidak tuntas sebanyak 7 orang, dapat disimpulkan media pembelajaran efektif dilakukan.
Copyrights © 2024