Kemiskinan menjadi isu utama yang diprioritaskan pemerintah Indonesia untuk diatasi. Isu kemiskinan ekstrem terutama muncul di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan memetakan profil kemiskinan ekstrem yang terjadi pada satu komunitas miskin di kota Bogor. Metode sensus digunakan untuk menyelidiki satu komunitas yang secara emic diakui sebagai komunitas miskin. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 31 persen rumah tangga miskin ekstrem yang terdiri dari 15 persen rumah tangga sangat miskin dan 16 persen rumah tangga melarat. Secara socio-economic demografis, rumah tangga miskin ekstrem dikepalai oleh perempuan (36,8%) dan dikepalai oleh laki-laki (63,2%). Rumah tangga miskin ekstrem secara dominan dikepalai oleh warga lanjut usia (≥60 tahun), tidak memiliki tabungan, dan menempati hunian di lingkungan padat dengan fasilitas kurang memadai.
Copyrights © 2024