Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar daring peserta didik kelas VII di SMP Negeri 9 Kota Bekasi. Manfaat penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai informasi mengenai pembelajaran daring dan kesulitan belajar peserta didik, sebagai rujukan dalam mengambil kebijakan, serta dapat memberikan intervensi bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik korelasi. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan angket. Uji persyaratan analisis dengan uji normalitas, uji linieritas dan uji regresi. Uji hipotesis menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian, diperoleh persamaan garis regresi Y = 90,426 – 0,354X + e. Variabel pembelajaran daring dan kesulitan belajar peserta didik memiliki hubungan yang berbanding terbalik, artinya semakin baik pembelajaran daring maka semakin rendah kesulitan belajar peserta didik, dan sebaliknya semakin buruk pembelajaran daring maka semakin tinggi kesulitan belajar peserta didik. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Sig. sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara pembelajaran daring dengan kesulitan belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 9 Kota Bekasi. Nilai koefisien korelasi diperoleh nilai r yang negatif sebesar –0,464 dengan tingkat hubungan sedang pada interval 0,40-0,599. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 21,5% variabel kesulitan belajar peserta didik dapat dijelaskan oleh variabel pembelajaran daring. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang negatif antara pembelajaran daring dengan kesulitan belajar peserta didik.
Copyrights © 2021