Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Berdasarkan latar belakang masalah, ditemukan bahwa kemampuan kosakata siswa dalam berbahasa Inggris sangat rendah. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Sinjai. Desain dari penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus di mana tiap siklus terhitung dua pertemuan. Durasi penelitian berlangsung selama hampir satu bulan dari tanggal 3 sampai 31 Mei 2023. Tiap siklus dilakukan dalam empat tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 9 Sinjai tahun pelajaran 2022/2023 dengan jumlah siswa 16 orang, namun pengambilan data penelitian bersumber dari 12 siswa karena 4 siswa tidak hadir. Siswa di kelas VIII-A mayoritas memiliki kemampuan kosakata yang “rendah”, artinya hanya sebagian kecil yang memiliki kemampuan menonjol. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil pre test siswa adalah 42.3 dan nilai rata-rata hasil post test siswa setelah siklus 1 sebesar 52.04. Jika berpatokan pada nilai KKM bahasa Inggris yang telah ditetapkan yakni 73, maka tidak ada siswa yang mencapai nilai tersebut. Hanya terdapat 3 siswa yang mencapai nilai KKM pada pre test namun nilai mereka menurun pada post test 1. Sedangkan setelah siklus 2, data yang diperoleh menunjukkan bahwa dari nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 68.72. Terdapat 7 siswa yang nilainya tuntas bahkan melebihi KKM, sedangkan 5 siswa lainnya belum berhasil. Bila persentase siswa yang mencapai KKM ditargetkan sebesar 80%, maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah tidak dapat meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa. Keywords: Kosakata, Bahasa, Inggris, Metode
Copyrights © 2023