ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY)
Vol 10, No 1 (2024): Juli

Tetap Muda Tanpa Menjadi Orang Tua: Melihat Childfree dalam Wacana Awet Muda di Media Sosial

Kananda, Khairani Fitri (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2024

Abstract

Era modern telah menyumbang semakin banyak tekanan karena perhitungan materialistis dan psikologis. Hal ini dilakukan guna mendapatkan kualitas hidup yang layak dan sejahtera, bahkan di usia tua sekalipun. Modernitas merekonstruksi usia sebagai fenomena kultural, bukan biologis. Orang-orang berlomba untuk tetap berada di usia muda, dan salah satu yang dilakukan adalah menghindari kepemilikan anak yang dianggap punya resiko dan potensi besar kedepannya. Anak dalam hal ini disubjektifikasi dalam nilai tertentu, sehingga orang-orang menghindarinya untuk menjaga kesejahteraan dan tetap dalam diri yang “awet muda”. Penelitian ini akan melihat bagaimana wacana awet muda melebur dalam pilihan seseorang yang tidak memiliki anak (childfree) dengan melakukan observasi digital di media sosial Instagram. Dari pengamatan ini, ditemukan bahwa wacana awet muda membawa pemahaman baru dalam melihat orang tua dan nilai anak meski dalam prakteknya gerakan ini masih mengalami banyak pertentangan. Meski demikian, ruang digital telah meleburkan citra-citra semu tentang awet muda dalam gerakan childfree dan melihatnya sebagai realitas nyata dari dirinya. The modern era has contributed to a lot of pressure due to materialistic and psychological consideration. This is aimed at obtaining a decent and prosperous quality of life, even in old age. Modernity reconstructs age as a cultural rather that biological phenomenon. People compete to stay young, and one way to achieve this is to avoid having children who are assumed having a great risks and potentials in the future. Children in this case are subjectified in a certain value, so people avoid them to maintain well-being and stay in a “ageless” self. This research will look at how the discourse of agelessness melts into the choice of someone who does not having children (childfree) by conducting digital observation on social media Instagram. From this observation, its found that the ageless discourse brings a new understanding in seeing parents and value of the children even though in practice this movement still experiences a lot of opposition. However, the digital space has dissolved the false images of youth in the childfree movement and seen it as the real reality of self.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

antrophos

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences Other

Description

Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya(Journal of Social and Cultural Anthropology) is a Journal of Social and Cultural Anthropology for information and communication resources for academics, and observers of Social and Cultural Anthropology, Educational Social and Cultural ...