Industri manufaktur baja merupakan salah satu bahan utama disetiap pembuatan alat. Baja sendiri memiliki ketebalan yang berbeda-beda sesuai dengan kegunaannya, mulai dari 1 mm-20 mm. Semakin tebal baja yang digunakan, maka proses fabrikasi terutama pemotongan baja tersebut akan semakin sulit. Pada umumnya, alat yang digunakan untuk memotong baja yang tebal adalah Gas Cutting dengan jenis gas yang digunakan berupa Oksigen dan LPG (Liquified Petroleum Gas), atau bisa juga menggunakan gas Oksigen dan Acytelene, hal ini lebih efektif jika dibandingkan dengan memotong baja atau baja menggunakan gerinda potong. Tetapi operator yang mengoperasikan gas cutting ini sangat mempengaruhi kerapian hasil potongan. Dengan adanya masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil potongan baja atau baja menggunakan gas cutting Oxy-LPG semiotomatis, dan kemudian hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil potongan baja atau baja menggunakan gas cutting Oxy-LPG konvensional.
Copyrights © 2023