Abstract: The characteristics of the generation are related to the side of Islamic behavior that they should adhere to. We can analyze the selection of literacy commonly used in studying Islam. However, the challenge is increasing the prevalence of various literacy that does not introduce tolerance and diversity, even leading to radicalism. Therefore, mapping the relationship between generation categories and literacy selection is used, especially in the Higher Education environment, considering its role as a center for knowledge development. Through the mixed method, this study tries to compare the use of literacy between 2 different generations, namely Millennial and Z, at UIN Sayyid Ali Rahmatullah. The results of this study show that first, Millennials tend to use gadgets to obtain Islamic knowledge compared to Generation Z, who prefer to learn Islam face-to-face or in person. Second, Gen Z finds less radical content than millennials, who show how their interest in the issue of radicalism is lower as a form of their apathy on the issue. Third, Gen Z is more acknowledging that they know what kind of Islamic content to avoid than Gen Y, but this is just a matter of the general meaning of their version of radicalism rather than specific to characters, books, or other sources that should be avoided.Keywords: Gen Z , Islamic literacy, MillennialAbstrak: Karakteristik generasi berhubungan dengan sisi perilaku keislaman yang seharusnya mereka anut. Hal itu bisa kita analisis pemilihan literasi yang biasa dipakai dalam mempelajari Islam. Namun demikian, tantangan saat ini mengarah pada makin maraknya berbagai literasi yang tidak memperkenalkan toleransi dan keberagaman bahkan mengarah pada radikal. Oleh karena itu, pemetaan hubungan antara kategori generasi dengan pemilihan literasi yang dipakai terutama di lingkungan Perguruan Tinggi, perlu dilakukan mengingat perannya sebagai pusat berkembangan pengetahuan. Melalui metode mix method, penelitian ini mencoba untuk membandingkan penggunaan literasi yang digunakan antara 2 generasi yang berbeda yaitu Millenial dan Z, di UIN Sayyid Ali Rahmatullah sebagai salah satu PTKIN terbesar di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan yaitu pertama, milenial memang cenderung suka menggunakan gadget dalam memperoleh pengetahuan keislaman dibanding generasi Z yang lebih menyukai belajar islam via tatap muka atau langsung. Kedua, Gen Z lebih jarang menemukan konten yang berbau radikal dibanding milenial dimana menunjukkan bagaimana ketertarikan mereka terhadap isu radikalisme lebih rendah sebagai wujud apatisme mereka pada isu tersebut. Ketiga, Gen Z lebih mengakui bahwa mereka tahu konten keislaman seperti apa yang harus dihindari dibanding Gen Y, akan tetapi hal ini hanya sekedar secara umum arti radikal versi mereka bukan spesifik pada tokoh, buku ataupun sumber lainnya yang seharusnya dihindari.Kata Kunci: Gen Z, Literasi keislaman, Milenial,
Copyrights © 2023