Limbah cair laundry mengandung parameter MBAS dan Fosfat yang tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi proses fotosintesis tumbuhan air dan dapat mempengaruhi kualitas badan air. Maka dari itu penelitian ini bertujuan mengatahui efektivitas metode elektrokoagulasi dengan bioethanol sebagai elektrolit dalam mengolah air buangan laundry dalam menurunkan kadar MBAS (Methylene Blue Active Subtance) dan fosfat. Mengetahui kondisi optimal pengolahan air buangan dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dengan bioethanol sebagai elektrolit. Kombinasi metode elektrokoagulasi dan penambahan biotenol adalah yang digunakan untuk mengolah dan/atau mengurangi kadar beban pencemar khususnya MBAS dan fosfat yang terkandung dalam limbah laundry agar dapat dibuang ke badan air. Parameter awal yang digunakan dalam penelitian limbah laundry dengan kadar MBAS 263,39 mg/l dan fosfat 16,33 mg/l. Variabel tetap yang digunakan adalah waktu kontak selama 90 menit dan tegangan 12 volt. Hasil pada proses elektrokoagulasi adalah semakin besar tegangan dan semakin lama waktu kontak, maka semakin tinggi persentase penyisihan yang dihasilkan. Persentase penyisihan MBAS sebesar 97,35% dan fosfat 66,93%. Setelah penambahan volume bioetanol, hasil terbaik pada penambahan sebanyak 20ml dengan persentase penyisihan MBAS hingga 97,71% dan fosfat 75,20%.
Copyrights © 2024