Masa Remaja (Adolescence) merupakan masa transisi dari kanak-kanak menuju masa dewasa ditandai dengan terjadi perubahan-perubahan baik fisik, psikis dan psikososial. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan dan berat badan. Sehingga tubuh membutuhkan gizi tinggi karena berhubungan dengan komposisi tubuh, kurangnya zat gizi seperti zat besi pada remaja dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti Anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian telur rebus dan madu terhadap kadar hemoglobin remaja putri di Posyandu remaja raemadia wilayah kerja Puskesmas Seba Nusa Tenggara Timur. Desain penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan pre and post test design with control group yaitu melakukan pre test - post test . Populasi pada penelitian adalah 65 remaja putri yang anemia . Tehnik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu 30 sampel, dan dibagi menjadi 2 yaitu 15 sampel untuk kelompok intervensi dan 15 untuk kelompok kontrol. Dari hasil penelitian didapatkan uji statistic menggunakan uji Independent t-test diperoleh mean pada selisih kelompok intervensi dan selisih kelompok kontrol sebanyak 0,019 gr/dl dan nilai p 0,000 (p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi telur rebus dan madu terhadap kadar hemoglobin remaja putri di posyandu remaja raemadia wilayah kerja Puskesmas Seba Nusa Tenggara Timur.
Copyrights © 2024