Latar Belakang: Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau juga dikenal dengan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) merupakan prosedur yang dapat menurunkan angka kematian pada pasien yang mengalami kondisi emergensi seperti cardiac arrest atau henti jantung. Fenomena yang terjadi penulis mendapati mahasiswa yang belum tepat melakukan resusitasi jantung paru, di antaranya ada yang memberikan ventilasi dan kompresi sebesar 60:2, kompresi dada yang tidak sampai 5 cm dan posisi tangan yang tidak lurus, serta tidak menggunakan berat badan tubuh dan gravitasi sebagai tumpuan melakukan RJP, sehingga kualitas RJP menjadi menurun. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa program studi S1 Keperawatan tingkat III tentang resusitasi jantung paru pada pasien henti jantung. Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan memaparkan peristiwa yang terjadi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 73 orang. Dengan pengambilan 7 orang saat survei pendahuluan. Maka, pada penelitian ini mengambil sampel 66 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Penelitian ini yaitu Tingkat Pengetahuan Responden tentang resusitasi jantung paru, dari 66 responden terdapat 56 responden (85%) berkategori cukup dan 10 responden (15%) berkategori baik. Kesimpulan: Hasil dari penelitian yaitu tingkat pengetahuan responden tentang resusitasi jantung paru mayoritas berkategori cukup.
Copyrights © 2024