Siswa merupakan individu bebas yang dapat menentukan baik maupun buruk dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat. Hal tersebut tidak terlepas dari eksistensi siswa sebagai manusia yang memiliki potensi kalbu. Potensi kalbu merupakan potensi yang dapat membolak-balikkan perasaan dan keputusan yang ada pada diri manusia. Al-Qur’an dan Hadis banyak membicarakan tentang potensi kalbu baik secara konkret ataupun abstrak. Berdasarkan itulah penulis ingin membahas potensi kalbu persektif Al-Qur’an dan Hadis dan implementasinya dalam pendidikan Islam. Permasalah dalam artikel ini diteliti menggunakan penelitian pustaka yang sumber datanya berasal dari buku dan jurnal. Penulis menggunakan dokumentasi dan analisis konten dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Kalbu dapat didefinisikan sebagai jantung dan hati secara immateri. Kalbu secara hati immateri memiliki kedudukan tertinggi dalam pengambilan keputusan dan mempengaruhi tindakan serta perilaku indiviu. Potensi kalbu yang terdapat dalam Al-Qur’an hadis yaitu kalbu sifatnya tidak konsisten, kalbu adalah hakikat yang melekat pada diri manusia, kalbu sebagai sentral pengajaran, kalbu dapat tenteram karena berdzikir, kalbu dapat mati karena sifat hasad, takabur, dan menentang kebenaran, dan terdapat bisikan kebaikan, bisikan maksiat, dan bisikan labil pada kalbu. Implementasi potensi kalbu dalam pendidikan Islam yaitu berdoa, husnudzon, dzikrullah, tidak gegabah, istighfar, muhasabah.
Copyrights © 2024