Abstrak : Prevalensi obesitas sentral pada usia dewasa adalah 26.6%, lebih tinggi dari prevalensi pada tahun 2007 (18.8%). Obesitas khususnya obesitas sentral, merupakan salah satu penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemia. Peningkatan kosumsi lemak sebanyak 100 mg/hari dapat meningkatkan kolesterol sebanyak 2-3 mg/dl. Lingkar pinggang merupakan indikator jaringan adiposa intra abdomen, tingkat tinggi yang memberikan peningkatan kadar kolesterol total dalam darah. Akhir-akhir ini pada remaja atau pelajar sudah mulai banyak ditemukan hiperkolesterolemia. Perihal ini diakibatkan oleh mulai maraknya pola hidup sedentari pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap kadar kolesterol total dalam darah pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara angkatan 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data diolah menggunakan SPSS uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap kadar kolesterol pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2018 menunjukkan nilai p sebesar 0.039 (p0.05). dan tidak adanya hubungan lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap kadar kolesterol pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara angkatan 2018 menunjukkan nilai P sebesar 0.942. Terdapat hubungan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap kadar kolesterol total dalam darah pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara Angkatan 2018 dan Tidak terdapat hubungan rasio lingkar pinggang dan tinggi badan terhadap kadar kolesterol total dalam darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara Angkatan 2018.
Copyrights © 2024