Pulau Belitung, sebagai potensial destinasi wisata di Indonesia, menghadapi tantangan dalam mengembangkan infrastruktur ramah disabilitas. Penelitian ini mengungkap persepsi dan pengalaman warga disabilitas di Kabupaten Belitung terhadap infrastruktur dan dampaknya pada kualitas hidup mereka. Prinsip desain universal menjadi fokus, dengan tujuan menciptakan akses mudah bagi semua individu, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Penelitian terkait menunjukkan bahwa infrastruktur ramah disabilitas dapat meningkatkan mobilitas, akses pekerjaan, dan partisipasi sosial warga disabilitas. Meskipun upaya untuk infrastruktur ramah disabilitas semakin berkembang di Indonesia, hasil riset oleh Ikatan Keluarga Penyandang Disabilitas Belitung (IKPDB) menunjukkan bahwa pusat kota Tanjungpandan menghadapi kendala dalam menciptakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman dari pemangku kepentingan. Diperlukan pendidikan dan penyuluhan lebih lanjut untuk meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup warga disabilitas di Pulau Belitung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam memahami perlunya infrastruktur inklusif dan aksesibilitas di Pulau Belitung serta menunjukkan potensi perbaikan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Copyrights © 2023