Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan konsep diri calon presiden Anies Baswedan di media sosial Twitter melalui akun @aniesbaswedan selama periode 18 Januari 2024. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Menggunakan pendekatan etnografi virtual dan teori interaksionisme simbolik serta teori konsep diri Weaver, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana simbol, diri, interaksi sosial, dan pengambilan peran berkontribusi terhadap kesadaran diri, penerimaan diri, aktualisasi diri, dan keterbukaan diri Anies Baswedan di platform tersebut. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Dianalisis untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan interaksi yang mencerminkan pembentukan konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anies Baswedan secara efektif menggunakan platform Twitter untuk membentuk dan memproyeksikan konsep dirinya sebagai calon presiden. Melalui penggunaan simbol-simbol yang relevan dengan identitas nasional dan religius, serta melalui interaksi sosial yang terarah dengan pengikutnya, Anies mampu membangun citra diri yang kuat dan konsisten di mata publik. Hal ini mendukung konsep self-actualization dalam teori konsep diri, di mana Anies Baswedan memanfaatkan media sosial untuk mewujudkan dan menampilkan potensi terbaiknya kepada khalayak luas.
Copyrights © 2024