Penelitian ini memfokuskan pada kekerasan verbal dalam film Galaksi , mengidentifikasi prevalensinya dan dampaknya terhadap penonton, terutama anak-anak dan remaja. Kurangnya pengawasan terhadap klasifikasi usia penonton film di Indonesia menjadi perhatian utama. Tujuan penelitian adalah menentukan persentase kecenderungan kekerasan verbal dalam film ini, dengan harapan memberikan kontribusi pada kesadaran publik dan penelitian lanjutan dalam konteks kekerasan dalam media film.Metode yang digunakan adalah Analisis Isi kuantitatif, yang objektif dan sistematik dalam menggambarkan isi pernyataan komunikasi (manifest). Metode ini dipilih untuk meneliti freku ensi dan persentase adegan kekerasan dalam film Galaksi, sesuai dengan pendekatan kuantitatif yang menghasilkan generalisasi dan memerlukan objektivitas (Kriyantono, 2010:55).Dalam film Galaksi, kekerasan verbal didominasi oleh kata kasar (frekuensi 55, presentase 84.6%) dan kata mengancam (frekuensi 10, presentase 14.29%). Kekerasan psikologis, khususnya melalui kata-kata kasar seperti anjing dan goblok, menonjol dalam narasi film ini, mencerminkan tingginya frekuensi kekerasan verbal yang terjadi dalam konteks cerita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Galaksi, kata kasar (84.6%) dan kata mengancam (14.29%) muncul secara signifikan, dengan total 100%. Meskipun merupakan film drama, kesimpulan menunjukkan bahwa kekerasan verbal dalam film ini cukup tinggi.
Copyrights © 2024