Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan implementasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di MAN 3 Bantul; 2) Mendeskripsikan resiliensi sekolah di MAN 3 Bantul; 3) Mengetahui keterkaitan antara implementasi Program SPAB dalam membangun resiliensi sekolah di MAN 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, studi dokumen, dan angket. Penelitian ini dilakukan di MAN 3 Bantul dengan subjek penanggungjawab program SPAB, guru, dan siswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) MAN 3 Bantul telah melaksanakan Program SPAB dengan memperhatikan empat aspek utama pada teori implementasi James Anderson; 2) Resiliensi sekolah telah dibangun oleh MAN 3 Bantul, namun masih ada aspek resiliensi yang rendah; 3) Keberhasilan implementasi program SPAB sangat mendukung peningkatan resiliensi sekolah, karena terdapat keterkaitan antara komponen SPAB dengan aspek-aspek resiliensi. Melalui program SPAB, sekolah menstimulus semua warga pendidikan untuk memiliki paradigma baru tentang bencana yang berorientasi pada caring dan loving dalam berbagai bentuk aktivitas sehari-hari. Maka warga sekolah dapat menghadapi kondisi dan keadaan, hal inilah yang disebut dengan resiliensi (ketahanan) terhadap bencana. Kata kunci: implementasi program, Satuan Pendidikan Aman Bencana, resiliensi
Copyrights © 2024