Seni memiliki keunikan dalam mengembangkan dan menginternalisasikan karakter siswa dalam pembelajaran. Potensi ini tidak dimiliki oleh bidang lainnya yaitu pengalaman pada aspek ekspresif, kreatif dan estetis. Karenanya penelitian ini memfokuskan pada proses pelaksanaan seni karawitan sebagai media untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter pendidikan Islam. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisa data ditempuh melalui model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Riset ini menemukan bahwa proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam di SMA Surya Buana Malang melalui tiga tahapan sesuai dengan teori Thomas Lickona. Ditemukan pada aspek knowing bahwa siswa dapat memiliki pengetahuan mengenai nilai-nilai pendidikan agama Islam meliputi nilai keaadaban, toleransi dan gotong royong. Pada aspek feeling siswa mampu merasakan dampak baik dari nilai-nilai pendidikan agama Islam. Pada aspek action siswa dapat mengaplikasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam tersebut pada kehidupannya. Internalisasi nilai melalui seni karawitan menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memiliki pengetahuan dan perasaan terhadap nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, tetapi juga mampu menjalankan tindakan konkret yang sesuai dengan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024