Penelitian ini mendalami fenomena akulturasi budaya Sasak dengan budaya Islami di komunitas Bayan, Lombok. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami proses interaksi dan penggabungan nilai-nilai budaya tradisional Sasak dengan nilai-nilai ajaran Islami dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis konten untuk menggali pandangan dan pengalaman anggota komunitas terkait akulturasi ini. Hasil penelitian mengungkap bahwa di Bayan, proses akulturasi tidak hanya mencakup praktik keagamaan, tetapi juga norma sosial, adat istiadat, seni, serta aspek-aspek kehidupan lainnya. Ditemukan bahwa masyarakat Bayan telah menciptakan ruang harmonis di antara elemen-elemen budaya Sasak dan nilai-nilai Islami, menghasilkan identitas yang unik dan beragam. Meskipun pergeseran dan penyesuaian terjadi seiring waktu, komunitas ini berhasil mempertahankan akar budaya Sasak sambil tetap mendalamkan komitmen keagamaan Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang dinamika akulturasi budaya dan agama di tengah perubahan sosial dan globalisasi, serta mengilustrasikan bagaimana komunitas lokal mampu menggabungkan dua aspek ini untuk menciptakan identitas yang kuat dan beragam
Copyrights © 2023