Beasiswa bidikmisi, yang kini dikenal sebagai beasiswa KIP-K, ditujukan untuk calon mahasiswa yang kurang mampu. Oleh karena itu, beasiswa ini harus tepat sasaran agar benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan. Dalam upaya memastikan ketepatan sasaran tersebut, proses seleksi calon penerima beasiswa perlu dilakukan dengan baik, salah satunya dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian ini menguji proses seleksi penerima beasiswa dengan dua metode ilmiah, yaitu Fuzzy Simple Additive Weighting (Fuzzy-SAW) dan Elimination and Choice Translation Reality (ELECTRE). Kedua metode ini dipilih karena banyak penelitian telah menggunakannya, namun belum ada yang membandingkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan peringkat pertama dan terakhir yang sama, meskipun urutan lainnya berbeda. Tingkat kecocokan total dari peringkat keseluruhan adalah 21,3% dengan selisih peringkat antara 1 hingga 5 atau sebesar 1,7%. Untuk perankingan dengan data yang banyak, metode Fuzzy-SAW lebih direkomendasikan karena prosesnya lebih sederhana dan mudah diterapkan.
Copyrights © 2024