AbstractThe car assembly industry continues to grow, especially in Indonesia. Logistics is one of the fields that supports the car assembly industry such as the Cross-dock warehouse. The Cross-dock warehouse itself has a capacity limit in receiving queues of containers received in the truck unloading waiting area. Queue analysis was carried out at the Cross-dock company in the car assembly industry in Cikarang using the Queue method (M/M/S). Where the current container receiving capacity is obtained at a maximum of 12 containers per hour and the unloading capacity of 2 containers per hour will not exceed the waiting capacity for container unloading as many as 8 containers, if it is found that the arrival of containers exceeds 12 containers, it will result in the container being outside the Cross-dock system and must be outside the Cross-dock warehouse. AbstrakIndustri perakitan mobil terus berkembang khususnnya di Indonesia. Logistik adalah salah satu bidang yang mensupport industri perakitan mobil seperti adanya gudang Cross-dock. Gudang Cross-dock sendiri mempunyai batasan kapasitas dalam menerima antrian container yang diterima di area tunggu bongkarang truk. Analisa antrian dilakukan pada perusahaan Cross-dock di Industri perakitan mobil di Cikarang dengan menggunakan metode Antrian (M/M/S). Dimana didapatkan kapasitas penerimaan container saat ini sudah maksimal dengan 12 container perjam dan kapasitas bongkaran 2 kontainer perjam tidak akan melebihi dari kapasitas tunggu bongkaran kontainer sebanyak 8 kontainer jika didapati kedatangan kontainer melebihi dari 12 kontainer maka akan mengakibatkan container berada diluar dari system Cross-dock dan harus berada di luar dari gudang Cross-dock.
Copyrights © 2024