Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Nilai Overall Equipment Effectiveness Pada Industri Otomotif di Indonesia Menggunakan Metode SMED Suhendra Suhendra; Tri Ngudi Wiyatno
Prosiding Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2022): Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SAINTEK) ke 1 - Juli 2022
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Car sales in Indonesia for the domestic market and CBU (Completely Built Up) export until the end of 2021 have increased by 35% compared to the previous year, when the spread of the corona virus was still very high. This fact indicates that people's purchasing power after the COVID-19 pandemic has gradually increased significantly. This gives a positive signal for each OEM (Original Equipment Manufacturer) and automotive component suppliers to increase their productivity. Reducing downtime on a car production line is one way to increase productivity. Stamping is the first production process in car assembly, therefore it is very important to reduce downtime that occurs so that the OEE (Overall Equipment Effectiveness) of the engine increases. This study aims to determine the factors that cause the decrease in OEE value on the 800T stamping machine at PT XYZ and reduce downtime when dies change over time. By using the SMED (Single Minutes Exchange of Dies) method, downtime at the time of changing dies can be reduced from 17.1 minutes to 11.2 minutes, so the OEE value of the stamping machine can increase from 62.4% to 78.2%. Keywords: Overall Equipment Effectiveness, Stamping, Single Minutes Exchange of Dies
Pengarahan Teknik Pengembangan Produk Berbasis Kebutuhan Konsumen (Customer Needs) Pada UMKM Bawang Goreng Supriyati Supriyati; Suhendra Suhendra; Hasyrani Windyatri; Dwi Irwati; Andini Putri Riandani; Adi Rusdi Widya
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1097

Abstract

Bawang goreng merupakan produk olahan bawang merah yang digoreng hingga renyah dan digunakan sebagai pelengkap atau topping makanan. Produk ini memiliki nilai jual tinggi dan menjadi salah satu andalan UMKM karena bahan bakunya melimpah di pasar lokal, mendukung sektor pertanian, serta memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan bawang goreng stabil karena produk ini meningkatkan cita rasa dan cocok untuk berbagai jenis makanan. UMKM dapat memulai usaha bawang goreng dengan modal kecil dan mengembangkan inovasi melalui variasi rasa, kemasan menarik, hingga produk organik untuk meningkatkan daya tarik konsumen, termasuk potensi ekspor. Namun, UMKM bawang goreng menghadapi tantangan dalam kualitas bahan baku yang dipengaruhi musim, teknik produksi, hingga pengemasan. Masalah seperti bawang goreng berminyak, mudah tengik, atau kualitas yang tidak konsisten dapat mengurangi daya saing produk. Pengembangan produk berbasis kebutuhan konsumen (customer needs) menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, UMKM diberi arahan untuk memahami suara konsumen (voice of customer) dengan observasi, wawancara, dan umpan balik. Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk memastikan produk memenuhi kebutuhan pasar. Pengarahan ini membantu UMKM menciptakan produk berkualitas, diminati konsumen, dan berdaya saing tinggi di pasar.
Analisis Sistem Antrian Gudang Cross-dock dengan menggunakan Sistem Antrian (M/M/S) Pada Industri Perakitan Mobil Adi Fitra; Suhendra Suhendra; Tri Ngudi
Journal of Industrial View Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v6i1.12326

Abstract

AbstractThe car assembly industry continues to grow, especially in Indonesia. Logistics is one of the fields that supports the car assembly industry such as the Cross-dock warehouse. The Cross-dock warehouse itself has a capacity limit in receiving queues of containers received in the truck unloading waiting area. Queue analysis was carried out at the Cross-dock company in the car assembly industry in Cikarang using the Queue method (M/M/S). Where the current container receiving capacity is obtained at a maximum of 12 containers per hour and the unloading capacity of 2 containers per hour will not exceed the waiting capacity for container unloading as many as 8 containers, if it is found that the arrival of containers exceeds 12 containers, it will result in the container being outside the Cross-dock system and must be outside the Cross-dock warehouse. AbstrakIndustri perakitan mobil terus berkembang khususnnya di Indonesia. Logistik adalah salah satu bidang yang mensupport industri perakitan mobil seperti adanya gudang Cross-dock. Gudang Cross-dock sendiri mempunyai batasan kapasitas dalam menerima antrian container yang diterima di area tunggu bongkarang truk. Analisa antrian dilakukan pada perusahaan Cross-dock di Industri perakitan mobil di Cikarang dengan menggunakan metode Antrian (M/M/S). Dimana didapatkan kapasitas penerimaan container saat ini sudah maksimal dengan 12 container perjam dan kapasitas bongkaran 2 kontainer perjam tidak akan melebihi dari kapasitas tunggu bongkaran kontainer sebanyak 8 kontainer jika didapati kedatangan kontainer melebihi dari 12 kontainer maka akan mengakibatkan container berada diluar dari system Cross-dock dan harus berada di luar dari gudang Cross-dock.