Dalam beberapa dekade terakhir, industri kelapa sawit mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Namun, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari tantangan pengelolaan limbah padat dalam skala besar, khususnya tandan kosong kelapa sawit (TKKS). TKKS, sebagai hasil sampingan dari proses pemanenan, menyimpan potensi yang belum termanfaatkan secara optimal, salah satunya adalah serat kasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kecepatan putar pada alat delignifikasi mekanis dalam proses alkali treatment menggunakan NaOH untuk memproduksi serat dari tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini diawali dengan preparasi bahan baku yang meliputi proses pembersihan dan pembelahan TKKS untuk proses ekstraksi serat. Proses Alkali dilakukan menggunakan larutan NaOH 10% (b/v), dengan perbandingan TKKS dan pelarut 1:120 (b/v) selama 1 jam pada temperatur 85°C. Terdapat lima variasi kecepatan putar alat delignifikasi mekanis, yaitu 50, 100, 150, 200, dan 250 RPM. Produk yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan metode SNI 8400:2017 dan X-Ray Diffraction (XRD). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kecepatan putar alat 100 RPM paling efektif dalam memproses serat kasar TKKS, yang ditandai dengan kadar selulosa tertinggi sebesar 86,16%.
Copyrights © 2024